Minggu, 05 Desember 2010


 1.      Profil Perusahaan.
Sejarah PT Astra Agro Lestari Tbk berawal dari didirikannya Divisi Agribisnis PT Astra International pada tahun 1983 dengan membangun usaha perkebunan ubi kayu seluas 2.000 hektar. Kemudian kebun tersebut dikonversi menjadi perkebunan karet. Usaha perkebunan kelapa sawit baru dimulai pada tahun 1984, yaitu dengan mengakuisisi PT Tunggal Perkasa Plantations, yang berlokasi di Provinsi Riau, Sumatera dengan luas kebun kelapa sawit sebesar 15.000 hektar. Pada tanggal 3 Oktober 1988, didirikanlah PT Suryaraya Cakrawala, yang kemudian pada tahun 1989 berubah namanya menjadi PT Astra Agro Niaga. Pada tahun 1997 PT Astra Agro Niaga melakukan penggabungan usaha dengan PT Suryaraya Bahtera dan namanya berubah menjadi PT Astra Agro Lestari. Pada tanggal 9 Desember 1997, PT Astra Agro Lestari Tbk menjadi perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya, yang kini menjadi Bursa Efek Indonesia, dengan menawarkan sahamnya sejumlah 125.800.000 lembar saham kepada publik dengan harga saham perdana sebesar Rp 1.550 per lembar saham. Saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) di Bursa Efek
Indonesia pada akhir tahun 2009 ditutup di harga Rp 22.750. Sampai dengan akhir tahun 2009 PT Astra Agro Lestari Tbk mengelola perkebunan kelapa sawit sebesar 264.036 hektar yang terdiri atas kebun inti dan plasma. Lokasi kebun PT Astra Agro Lestari Tbk menyebar di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dengan usia rata-rata tanamannya adalah 14 tahun lebih dan memiliki karyawan tetap sebanyak 25.027 orang. Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan
Direksi:
- Presiden Direktur : Widya Wiryawan
- Wakil Presiden Direktur : Tonny Hermawan Koerhidayat
- Direktur : Bambang Palgoenadi
- Direktur : Santosa
- Direktur : Juddy Arianto
- Direktur : Joko Supriyono
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris : Michael Dharmawan Ruslim
- Wakil Presiden Komisaris : Chiew Sin Cheok
- Komisaris : Gunawan Geniusahardja
- Komisaris : Simon John Mawson
- Komisaris Independen : Stephen Zacharia Satyahadi
- Komisaris Independen : Patrick Morris Alexander
- Komisaris Independen : Harbrinderjit Singh Dillon
Visi
Menjadi Perusahaan Agrobisnis yang paling Produktif dan paling Inovatif di Dunia.
Misi
Menjadi Panutan dan Berkontribusi untuk Pembangunan serta Kesejahteraan Bangsa.
Adapun unit bisnis PT Astra Agro Lestari Tbk adalah produksi karet dan kelapa sawit. Unit Bisnis dari Astra International.



2.      Analisis Portofolio
       Kondisi saham PT Astra Agro Lestari Tbk dapat diketahui dengan menganalisis laporan harga saham dan harga harian . Analisis portofolio dapat dilihat dari beberapa aspek berikut.
1.      Resiko Saham dan Resiko Perusahaan.
a)      Analisis rerata dan standar deviasi return saham perusahaan.
            Nilai mean atau rerata pada periode 22 bulan (1 januari 2009 – 30 oktober 2010) sebesar -0,00173209 atau -1,7 persen menunjukkan bahwa apabila investor membeli saham pada penawaran perdana dan menyimpannya selama 22 bulan, maka ia akan mendapatkan rata-rata abnormal return sebesar -1,7persen. Standar deviasi pada periode 22 bulan (1 januari 2009– 30 oktober 2010) menunjukkan besarnya risiko yang harus ditanggung oleh investor apabila ia membeli saham pada penawaran perdana dan menyimpannya selama 22 bulan, yaitu sebesar 27,31 %. (lampiran)

b)      Analisis rerata dan standar deviasi return harian.
            Nilai mean atau rerata pada periode 22 bulan (1 januari 2009 – 30 oktober 2010) sebesar -0,0021 atau -2,1  persen menunjukkan bahwa apabila investor membeli saham pada penawaran perdana dan menyimpannya selama 22 bulan, maka ia akan mendapatkan rata-rata abnormal return sebesar -1,4persen. Standar deviasi pada periode 22 bulan (1 januari 2009– 30 oktober 2010) menunjukkan besarnya risiko yang harus ditanggung oleh investor apabila ia membeli saham pada penawaran perdana dan menyimpannya selama 1 bulan, yaitu sebesar 14,26 %. (lampiran)



c)      Analisis beta.
            Beta  bernilai positif menunjukkan pergerakan harganya selaras dengan pasar. Beta bernilai negatif menunjukkan pergerakan harganya berlawanan dengan pasar. Beta bernilai 1 menunjukkan pergerakan harganya sama dengan pasar. Risiko sistematis diukur dengan koefisien beta, yaitu koefisien yang menunjukkan kepekaan keuntungan suatu saham terhadap perubahan keuntungan saham-saham secara rata-rat di pasar. Untuk mencari beta suatu saham secara historis kita dapat membuat regresi antara keuntungan historis suatu saham sebagai variabel dependen dan keuntungan historis indeks pasar sebagai variabel independen. BETA adalah indikator sensitivitas pergerakan harga saham dibandingkan pasar. Saham yang lebih besar dari 1disebut sebagai saham yang agresif, sedangkan saham yang mempunyai beta kurang dari satu disebut sebagai saham yang difensif. Dengan demikian untuk saham-saham yang agresif, kalau terjadi perubahan ( baik naik maupun turun) tingkat keuntungan portofolio pasar sebesar 10%, maka tingkat keuntungan saham-saham tersebut berubah dengan arah yang sama sebaesar lebih dari 10%, keadaan sebaliknya berlaku untuk saham-saham yang defensif.
  

Dependent Variable: SAHAM
Method: Least Squares
Date: 01/01/70   Time: 06:59
Sample: 1 447
Included observations: 441
Excluded observations: 6
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob. 
C
0.000536910705243
0.00107417194532
0.499836834859
0.617440405221
IHSG
1.10465501385
0.0745568343101
14.8162810837
1.45149611659e-40
R-squared
0.333355792866
    Mean dependent var
-0.00173208989342
Adjusted R-squared
0.331837241141
    S.D. dependent var
0.027314474462
S.E. of regression
0.0223271855666
    Akaike info criterion
-4.76149868617
Sum squared resid
0.218842911527
    Schwarz criterion
-4.74295426497
Log likelihood
1051.9104603
    F-statistic
219.522185151
Durbin-Watson stat
1.79039344111
    Prob(F-statistic)
0

D
Dari data diatas maka bisa dianalisis bahwa perhitungan antara harga saham (harga penutupan) dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) PT.Astra Agro Lestari Tbk  dari tanggal 1 Januari 2009-30 Oktober 2010, kita dapat menghitung nilai beta sahamnya. Perhitungan harga saham (harga penutupan) dan IHSG diperoleh beta sahamnya sebesar 1.104655501385 & Pada perhitungan Ri dan IHSG didapat beta sahamya sebesar 1.104655501385   sehingga beta sahamnya lebih besar dari 1 maka apabila beta sahamnya lebih besar dari 1 dikatakan beresiko lebih besar dari resiko portofolio pasar sebaliknya apabila lebih kecil dari 1 akan beresiko lebih kecil dari resiko portofolio. Maka beta saham dari portofolio perusahaan ini


d)     Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan Return Saham dan Return Pasar.
            Dari grafik di lampiran dapat dilihat bahwa adanya return saham dan return pasar yang terus bergerak (berfluktuasi). Banyak hal yang mempengaruhi return saham dan return pasar berfluktuasi yaitu : pergerakan suku bunga. Pada saat suku bunga naik, harga saham cenderung akan turun. Sebagian investor mungkin akan menjual sahamnya dan kemudian akan memindahkan uangnya ke deposito perbankan yang suku bunganya naik dan begitu sebaliknya. Inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa juga bisa membuat harga- harga saham turun. kinerja perusahaan penerbit saham. Semakin tinggi penjualan dan laba bersih perusahaan, maka investor juga akan memburu dan harga saham juga pasti akan naik. Harga saham juga terkadang dipengaruhi oleh faktor politik, sosial, dan keamanan. perubahan harga saham mencerminkan perubahan minat investor terhadap saham tersebut. Jika permintaan terhadap suatu saham tinggi maka harga saham tersebut akan cenderung naik, demikian sebaliknya. ROE merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa banyak keuntungan (laba) yang menjadi hak pemilik modal sendiri (saham) oleh karena itu adalah wajar jika investor akan tertarik terhadap suatu saham yang akan memberikan return atau keuntungan yang besar. Semakin besar ROE berarti semakin optimalnya penggunaan modal sendiri suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dan peningkatan laba berarti terjadinya pertumbuhan yang bersifat progresif. Secara empiris semakin besar laba maka besar pula minat investor dalam menginvestasikan dananya untuk memiliki saham tersebut.


2.      Analisis Dengan BCG Matrix.
Menggunakan Produk Portofolio pendekatan Matrix, sebuah perusahaan diklasifikasikan semua SBU atau Produk / Pasar menurut Pertumbuhan-Share Matrix.Oleh karena itu, yang terbaik adalah menggambarkan sebagai model perencanaan Portfolio. Dalam Kuadrannya Matrix, piring dibagi 4 kategori bernama
 A.Bintang
 B.KasSapi
 C.TandaTanya
 D.Dog
Divisi ini didasarkan pada Pasar Saham dan tingkat pertumbuhan. Sebuah diskusi singkat datang berikut:
A. Star: Pemimpin (yaitu pasar) pangsa pasar dengan pertumbuhan tinggi disebut bintang. SBU ini adalah pengguna bersih kas, karena mereka selalu membutuhkan investasi besar untuk membiayai pertumbuhan yang cepat dan untuk mempertahankan pangsa pasar. Ketika produk datang ke tahap dewasa, maka pertumbuhan melambat dan mereka berpaling ke kas sapi.

B. Sapi/ kas: sapi/ kas adalah pertumbuhan yang rendah tetapi pangsa pasar yang tinggi (Market pemimpin) usaha atau produk. Pendapatan tinggi mereka, ditambah dengan penyusutan, merupakan arus kas yang tinggi dan mereka membutuhkan sangat sedikit di jalan reinvestasi. Dan dengan demikian, mereka adalah penyedia bersih kas. Surplus kas digunakan untuk Penelitian dan Pengembangan dan untuk mendukung SBU yang membutuhkan investasi.

C. Tanda tanya: Produk dalam pertumbuhan pasar dengan pangsa pasar yang rendah dikategorikan sebagai tanda pertanyaan. Karena pertumbuhan, SBU ini memerlukan banyak uang tunai untuk menahan pangsa pasar mereka dan apalagi untuk meningkatkannya. Jika tidak ada yang dilakukan untuk meningkatkan pangsa pasar, tanda Pertanyaan hanya akan menyerap sejumlah besar uang tunai dalam jangka pendek dan kemudian, seperti pertumbuhan melambat, menjadi seekor anjing. Jadi, kecuali ada sesuatu yang dilakukan untuk mengubah perspektif, ia menjadi perangkap kas. Manajemen harus memutuskan yang menandai pertanyaan harus berusaha untuk membangun ke bintang-bintang dan yang harus dihapuskan.

D. Dog: Anjing adalah pertumbuhan rendah, SBU pasar yang rendah saham. Mereka mungkin menghasilkan uang yang cukup untuk mempertahankan diri mereka sendiri, tetapi tidak berjanji untuk menjadi sumber besar uang tunai. Paling sering terjadi, itu harus melikuidasi dan mencoba dengan SBU tanda Pertanyaan untuk investasi.
Pertumbuhan pasar dan Pangsa Pasar Relatif bermain roll penting dalam BCG Matrix.Pertumbuhan pasar adalah ukuran daya tarik industri dan Relatif Pangsa Pasar adalah ukuran dari keuntungan kompetitif. Oleh karena itu, kedua adalah faktor paling penting untuk dipertimbangkan profitabilitas organisasi dan rencana strategis.

Menurut kelompok kami PT Astra Agro Lestari Tbk, sedang berada pada posisi bintang, dimana perusahaan ini masih mengalami pertumbuhan dan masih bisa mendapatkan keuntungan perusahaan yang lumayan besar, meskipun mereka harus melepas 5 anak perusahaan pada tahun 2009.


Kesimpulan.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pergerakan return pasar dan return saham AALI sangat fluktuatif. Secara umum, return pasar sangat berpengaruh terhadap return saham. Ketika return pasar turun maka return saham juga akan ikut turun, dan sebaliknya. Return saham ini akan mempengaruhi tingkat resiko saham, ketika return saham naik maka tingkat resiko saham juga akan semakin tinggi dan bila return saham turun maka tingkat resiko saham akan lebih rendah. Return pasar tertinggi terjadi pada tanggal 5 Mei 2009, yaitu 0,03962069 .Untuk return saham tertinggi terjadi pada tanggal 14 Mei 2009 yaitu 0,09172 . Pergerakan return saham dan return saham ini dipengaruhi oleh IHSG yang mengalami penguatan dan penurunan. Faktor yang menyebabkan IHSG melemah, antara lain ditekan oleh indeks bursa regional dan indeks global sehingga mempengaruhi saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Tetapi, keadaan pasar yang tidak stabil membuat return saham AALI menjadi cukup peka terhadap perubahan return pasar dan membuat saham AALI menjadi cukup beresiko.